“ini mas, udah selesai, dikasih seikhlasnya ya..”
Sering mendengar kalimat tersebut? Saya cuma menanggapi dengan senyuman dan sedikit pertanyaan, hanya dalam hati memang: bukannya dia sudah digaji?
Seikhlasnya bukan berarti suap, dan saya juga tidak menafsirkannya dengan sogokan, terkecuali beda konteks. Untuk perkataan ikhlas yang saya maksud, dapat dibagi menjadi 2 kelompok:
1. Ikhlas bukan pelicin
Kita sudah mengikuti proses yang diberikan, tetapi tetap saja harus membayar, walaupun seikhlasnya. Dalam arti lain, untuk satu ini kita benar-benar dipaksa ikhlas untuk memberikan hal yang sebenarnya tidak perlu.
2. Ikhlas melicinkan
Nah, untuk yang satu ini, kita memang ibarat memberikan suap. So, no need further information. Don’t do this too often.
Anda sering mengalaminya? Saya sih sering.

seikhlasnya,berarti memberi (tak wajib) namun salah jika seikhlasnya dituturkan pada suatu hak gaji (menurut saya)
salam adem ayem
Posted by andipeace | February 16, 2010, 11:27 pmsip bener banget . saya setuju. tapi pada hakikatnya, rata2, mereka minta tambahan uang *walaupun seikhlasnya* ya karena gaji yang didapatkan tidak mencukupi menurut mereka. kalau emang bener gara2 itu, saya sedikit maklum. tapi kalau mereka mengatakan “seikhlasnya deh dek..” tanpa alesan kuat, saya rasa mereka sudah mengingkari makna kata “ikhlas”
Posted by ekisays | February 17, 2010, 10:26 amberkunjung
salam kenal
Posted by Yolanda | February 17, 2010, 11:09 amberkunjung, lam kenal…
Posted by adi | February 17, 2010, 11:14 ammening sekalian bilang ongkos nulis lah apa lah…. ketawan kalau minta
)
*saya komen seiklasnya aja yah
Posted by bayuhebat | February 17, 2010, 5:48 pmkomen seikhlasnya aja gpp .. hehe
Posted by ekisays | February 17, 2010, 6:49 pmbiasanya sih itu namanya uang rokok gan…
Posted by andimerasabenar | November 23, 2010, 2:41 pmIklas dan suap hal yang berbeda pastinya, terima kasih atas kunjungan sebelumnya
Posted by edy | November 23, 2010, 11:01 pm