Perhitungan Rekening Listrik PLN

Sebahagian dari kita, mungkin masih belum terlalu memahami cara perhitungan rekening listrik oleh PLN terhadap pelanggan pascabayar nya. Berikut saya berikan penjelasan dengan ringkas dan semoga dapat dipahami dengan sempurna.

Awal mula perhitungan rekening PLN adalah dengan pencatatan meter oleh tim cater (catat meter)  PLN. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan jumlah pemakaian kwh pelanggan dalam satu bulan. Jadi, kalau kita mendapati bahwa ada petugas PLN sedang melakukan pencatatan meter di lokasi kita, sebaiknya diteliti dengan lebih cermat, karena di tahap ini pula biasanya terjadi kesalahan sehingga mengakibatkan rekening yang “cacat”.

Oke, setelah didapatkan jumlah pemakaian kwh / bulan, selanjutnya kita akan membahas tentang formula umum perhitungan rekening listrik oleh PLN, yaitu:

Rekening = (Jumlah pemakaian listik (kwh) *  tarif yang berlaku (TDL 2010)) + (Biaya beban)

Tagihan Listrik = Rekening + PPJ + Materai

Nah, seperti itulah formula standar perhitungan rekening listrik, yang berujung kepada jumlah tagihan listrik pelanggan. Namun perlu diingat bahwa masing-masing tarif memiliki formula-formula khusus terkait perhitungan rekeningnya. Ada juga tarif yang tidak menggunakan “biaya beban”, namun diganti dengan penerapan Rekening Minimun, contohnya adalah tarif R mulai dari daya 1300 VA ke atas.

Untuk lebih memahami terkait formula-formula khusus perhitungan rekening TDL 2010 PLN, ada baiknya kita melihat-lihat isi dari Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2010 terkait Tarif Tenaga Listrik PLN.

Demi melengkapi artikel ini, berikut saya beri tambahan literatur terkait beberapa point dalam perhitungan rekening listrik:

1. Biaya Beban: biaya yang besarnya adalah tetap, dan dihitung berdasarkan daya tersambung. Misal: untuk golongan tarif R1 dengan batas daya 450 VA, biaya bebannya adalah sebesar Rp 11.000 /kVA/bulan

2. Biaya Pemakaian kWh: merupakan biaya pemakaian energi, besarannya dihitung berdasarkan pemakaian energi yang diukur dalam kWh. Untuk pelanggan golongan tarif S-2, B-3, I-2, I-3, I-4, dan P-2 dikenai ketentuan tarif Ganda, yaitu pada waktu pukul 18.00 s.d. 22.00 (Waktu Beban Puncak) dikenakan tarif lebih mahal dibanding LWBP (Luar Waktu Beban Puncak) dengan mengenakan “faktor K” sebagai pembandingnya.

3. Biaya Materai: untuk jumlah tagihan antara Rp 250.000 – Rp 1.000.000 dikenakan materai Rp 3.000. Sedangkan untuk tagihan lebih dari Rp 1.000.000 dikenakan materai Rp 6.000

4. Pajak: Besarnya Pajak ditetapkan oleh Perda setempat.

 

Nb. Please leave a comment for a further information

3 thoughts on “Perhitungan Rekening Listrik PLN

  1. kurang mengerti ane gan…. bisa lebih ringkas lagi ngga penjelasannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s