Sudah lama tidak menulis, dan sekarang diniatkan untuk aktif menulis kembali. Hm, bingung mengambil tema yang cocok. Saya coba dengan “konflik” antara pengguna listrik dan penyedia listrik saja deh. Kenapa? Karena saya sering sekali membaca/melihat/merasakan masyarakat kecewa dan marah terhadap si penyedia jasa kelistrikan. Kasihan memang. Silakan dibaca dan semoga berkenan
Kok lampu sering mati sih?
PLN sering sekali mendapatkan cacian seperti ini. Dan tidak jarang juga dibalas dengan kesinisan PLN “pas hidup aja ga pernah disyukuri, kalau udah mati listrik, nyaci dah”. Hehe. PLN tidak bisa menyalahkan masyarakat yang sering marah dengan seringnya listrik padam, tetapi juga sebaiknya masyarakat tidak serta merta menyalaki PLN ketika hal ini terjadi, karena pada dasarnya banyak sekali penyebab padamnya listrik di suatu daerah.
Padamnya listrik sering disebabkan oleh gangguan pada jaringan distribusi PLN. Tidak jarang juga dengan pembangkit PLN. Atau bisa juga karena layang-layang masyarakat yang nyangkut di kabel SUTET. Banyak kan? Atau bisa juga kah karena banyaknya pelanggan yang nunggak, sehingga PLN tidak bisa melakukan bisnisnya dengan lebih baik?
Kok PLN gitu-gitu aja sih?
Sebenarnya PLN tidak gitu-gitu saja. PLN selalu berbenah, dan belakangan ini semakin terlihat jelas kemajuan PLN dari beberapa lini bisnis mereka.
Segi pembangkit? PLN sudah tidak membolehkan pembangunan PLTD, dan dialihkan ke energi terbarukan lain, contohnya pembangkit geothermal untuk beberapa daerah. Dan juga malah PLN berencana untuk mengganti PLTD dengan Pembangkit Tenaga Surya di daerah-daerah terpencil yang susah dijangkau. Indah bukan usaha PLN?
Segi Jaringan? PLN berusaha untuk terus melakukan maintenance terhadap jaringan-jaringan listrik, dan khusus untuk Wilayah Kalimantan Barat (Pontianak) malah dibela-belain pegawai PLN untuk setiap sorenya melakukan razia layang-layang yang sering nyangkut di kabel SUTET Pontianak. Layang-layang? Iya, layang-layang yang nyangkut di SUTET sering sekali ngebuat Pontianak Black Out lho!
Segi Niaga? PLN sudah melakukan pemusatan pembayaran rekening listrik. Untuk beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, dan Makassar sudah memusatkan data piutang pelanggan mereka di PLN Pusat. Sehingga rekening Makassar sudah bisa dilunasi di Jakarta lho. Dan untuk wilayah PLN lainnya sedang dalam tahap menuju kesana juga. Tunggu saja.
Oh iya kelewatan, kalau untuk TDL bagaimana? Hm, itu ranahnya pemerintah RI. Mereka yang memutuskan, dan PLN hanya menjalankan. So, silakan email saja ke pemerintah, mudah-mudahan dibalas.
Emang banyak ya tunggakan di PLN?
Banyak banget bos. Terutama pada daerah-daerah terpencil, dan biasanya terjadi di luar Jawa – Bali. Malah ada yang nunggak sampai 108 bulan lho. Kaget? Saya tidak.
Kenapa mereka ga mau bayar? Ada beberapa dari mereka yang nyeletuk “wong negara udah merdeka, masa listrik masih bayar!”
Lantas kenapa ga diputus? Hm, pernah mau mutus, terus si orang nya ngeletakin golok seraya mengatakan “putus lah listrikku, putus juga tanganmu”
Bagaimana PLN bisa terus maju?
Sampai saat ini pun saya belum bisa merumuskan jawabannya. Karena masih cukup abstrak. Mudah-mudahan dalam setahun ini tersibak jawabannya.
*kita sambung nanti ya di cerita pln selanjutnya
Hmm, gak setuju di bagian Pembangkit ki
PLTD masih ada tuh. Di Air Hitam dan Aur Kuning. Soalnya harus realistis juga sih. Proyek 10rb MW yang diagung-agungkan itu gak kunjung selesai. Makanya mau gak mau tetap beli mesin diesel. Daripada padam
Nice post anyway.
Posted by superdinand | September 30, 2011, 9:36 ammasih ada sih. tapi bukannya ga boleh beli lagi?
Posted by eki | September 30, 2011, 9:54 am