kisah cinta kecilku (part 1)

Hai, akhirnya kembali hadir di tengah-tengah Anda dengan cerita yang kali ini sangat menyenangkan hati (kalau ga mau dibilang runyam). Semua ini kisah nyata, tanpa rekayasa sedikit pun, dan pastinya berdasarkan ingatan yang tersisa di kepala, maklum nih cerita udah belasan tahun yang lalu.😀

Kisah ini dimulai pada saat SD dulu. Di suatu SD Negeri No.010131 Pulau Rakyat, tahun 1993/1994, saya memulai masa kecil dengan bahagia. Banyak teman, banyak pacar, berlari-larian, lempar-lemparan batu sampai kena kepala dan menjadi jahitan pertama saya di kepala bagian kiri, lari-lari keliling kelas untuk menghindari suntikan dokter (bukan suntik rabies loh), lutut ditusuk pensil ama temen ampe ujung pensilnya tertancap di lutut (uh sakitnya). Pokoknya seru-seruan deh.

Suatu saat, sepertinya saat saya ulang tahun, Shinta memberikan kado. Shinta adalah teman sebangku saya selama SD di Pulau Rakyat. Orangnya baik, lucu, pintar, menggemaskan, de el el *lagi sok tau nih*. Tak sabar kubuka kado darinya, kudapati sebuah pulpen semacam parker warna gelap. Wow! Amazing! Kata mama (atau siapa gitu) “berarti ki, Shinta pengen eki selalu ingat ama Shinta selama eki make pulpennya”

Kupandangin pulpen pemberiannya, sesekali kumainkan pulpennya dengan jemari lentik ku.

Saya tak berlama-lama tinggal di daerah Pulau Rakyat, karena orangtua akan pindah ke kota lain. Saat itu, saya berpikir keras untuk memberikan kenang-kenangan kepada Shinta. Apa ya? Muncul ide, “kenapa ga handuk saja?” Loh kenapa handuk? Ya biar pas Shinta mandi terus handukan dengan handuk saya, dia bakalan ingat terus. Buset ya???!!! Masih kecil aja, pikiran saya udah aneh gitu ..  Maafkeun..

“Shin, ini kenang-kenangan dari Eki”
“Makasih ya Ki”
“Iya, semoga kita ketemu kembali”
-begitu kira kira ucapan saya-

Shinta, wajahmu tak lagi kuingat, dan bukan karena ku tak mau mengingatnya, tapi lebih karena ku tak mampu.
Shinta, aku yakin itu bukan cinta, tapi aku juga yakin itu pasti melibatkan rasa.
Shinta, andaikan kita bertemu lagi setelah belasan tahun terpisah, simpanlah kisah ini sebagai cerita masa kecil kita.

nb. jangan-jangan handuk pemberian saya dijadiin keset kaki.. hehe

8 thoughts on “kisah cinta kecilku (part 1)

  1. deg2an gan menunggunya..

  2. dtunggu,yach! cerita yg kedua,hehe

  3. udah launching tuh ..
    itu tulisan ke dua, tadi sempat udah nulis, eh tapi wordpressnya error, belum di save malah ..

    hehe, semoga berkenan .. ^^

  4. kasian yg jd shinta,dy ngasi pulpen parker,dbalesnya sm handuk..hehe..
    jng2 yg bkas lg,biar inget baunya eki..hahaha…
    Ih,jd ingt tmn sbangku cnd dlu,nmnya rangga, brenangnya jago bgt.. Dy dmn y?

  5. duh,,cerita 2 nya cepet keluar yah,,deg2an nih,,hhe,,

  6. ki, gw nanya donks, shinta ce atw co?

  7. #chindi: heh!! beli baru tuh!! haha
    #kahfinyster: alah, biasa aja om. hihi
    #aerapianggis: CEWE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! bangke ah

  8. coba cari d fs!!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s