jobseeker

Memilih atau dipilih?
Menunggu atau ditunggu?

Ya, sebagai jobseeker, hal tersebut lumrah terjadi. Sebenarnya ini tulisan saya dulu yang belum selesai dikerjakan, jadi tidak ada salahnya juga kan kalau saya lanjutkan :D Saya akan bercerita tentang pengalaman saya dulu ketika menjadi jobseeker kawakan. Hehehe.

Dulu sekali, saya pernah menjadi jobseeker dalam waktu yang relatif lama. Apakah saya malu? Apakah saya down? Ya jawabnya sih: terkadang down. Tapi kalau malu? No way. Satu hal yang terpenting yang harus Anda tanamkan: jangan pernah malu jadi jobseeker!

Dulu, saya tidak mau menjadi jobseeker yang rata-rata, harus menjadi Jobseeker yang punya patokan nilai yang tinggi. Saya memiliki beberapa prinsip dalam menjadi seorang Jobseeker kawakan, di antaranya:

  1. Saya hanya mau bekerja di Perusahaan yang terdepan di bidangnya, karena dengan menjadi bagian dari Perusahaan yang besar, insyaAllah kita juga memajukan knowledge skill kita
  2. Saya sengaja ikut tes di satu perusahaan kecil untuk pertama kali, dengan tujuan agar mengetahui cara-cara dan skema soal psikotes dan wawancara. So, step ini akan memberikan kita gambaran terhadap skema seleksi calon pegawai di Perusahaan yang “sebenarnya” yang ingin kita tuju
  3. Pertahankan semangatmu. Karena biasanya kalau semangat udah loyo, ya hasilnya juga loyo
  4. Jangan manja! Saya dulu bolak balik jakarta-bandung untuk tes, malah pernah ngejar seleksi sampai tes di Medan. Di jakarta pun, jangan pernah manja! jangan sedikit-sedikit harus minta antar, harus ini, harus itu. Hey, rasakan nikmatnya jadi jobseeker dengan kegigihanmu. Karena percayalah, kegigihan itu yang akan membawa kita ke gerbang kemenangan.
  5. Percayalah pada kemampuanmu. Jangan pernah gunakan “orang kuat”, jangan pernah pakai “pelicin”. Just be yourself. Akan sangat membanggakan jika Anda lulus dengan kemampuan Anda sendiri🙂
  6. Telusuri baik-baik perusahaan Anda, apakah akan bagus prospek ke depannya😀
  7. Oia, satu hal. Ketika teman-teman Anda sudah pada lulus bekerja di Perusahaan yang bagus, sementara Anda masih terus mencari kerja, jangan sungkan untuk meminta tips kepada temen Anda, dan tetapkan keteguhan pada diri Anda bahwa Anda juga bisa seperti mereka, BAHKAN LEBIH BAIK! **kok kayak mario teguh ya? hehe
  8. Perhatikan kontrak kerja Anda.😀
  9. Jangan cuma melamar di satu perusahaan! Cari perusahaan besar lainnya sebagai backup system😀 haha

Sedikit point tentang pengalaman saya mencari kerja dulu (ini cuma kejadian-kejadian yang saya ingat saja, hehe):

  1. Saya nganggur selama kurang lebih 6 bulan
  2. Saya mengikuti tes di 2 perusahaan besar selama masing-masing 3 bulan tes
  3. Saya harus bangun subuh, dan menaiki KRL ekonomi, dan gantung pula di pintu KRL nya demi ngejar kesempatan mengikuti tes
  4. Saya harus merogoh kocek dalam-dalam ketika harus lintas kota untuk tes
  5. Saya akhirnya lulus di beberapa perusahaan besar dengan posisi kerja yang baik setelah mengikuti tes berbulan-bulan, dan akhirnya harus memilih salah satu dari Perusahaan tersebut. Tetapi tetap lebih baik memilih daripada dipilih!😀
  6. Saya memiliki keluarga, kekasih, dan teman yang baik yang selalu mendorong saya menjadi lebih baik🙂

Anda punya kisah tentang jobseeker? Atau punya tips-tips seputar mencari kerja? Kita share yuk🙂

11 thoughts on “jobseeker

  1. mantap kak infonya, hehe sukses!

  2. ekiii,, aku juga dulu begitu..
    bahkan lebih lama darimu.. aku dulu 7 bulan jadi jobseeker..Klo down mah srg jg ki,, tp aku trs dimotivasi sama keluarga, pacar dan tmn2 utk ttp smangat. Dan aku percaya ga akan ada kerja keras yang sia-sia.

    Aku juga dulu berjuang sendiri di jakarta ini utk cari kerja, ga ada cerita antar jemput lah! semuanya aku lakukan sendiri, dari mulai naik kopaja, metro mini, busway, sampe naik krl ekonomi yang jangankan duduk, berdiri aja udah susahnya setengah mati padahal waktu itu aku baru bbrp hari pindah ke jkt dan blm tau jalan sama sekali. Tapi aku bismillah aja.
    Baca aja postinganku yang ini klo ga percaya.

    http://yameliaputri.wordpress.com/2009/12/08/life-actually-needs-a-giant-struggle/

    Aku juga dulu selektif bgt ki,, jd ga sembarangan aku apply kerja. Aku cuman mau kerja di instansi pemerintah even itu BUMN atau jd PNS. Dan alhamdulillah, berkat Allah, dan berkat doa dan kerja kerasku, doa keluarga terutama mamapapa, pacar dan teman akhirnya aku dapat kerja di tempat yang bnr2 aku mau.

    nice posting kiii..😀

  3. iya ki,, dulu targetku klo ga PNS ya BUMN,, pokoknya yang punya pemerintah lah (biar lebih terjamin).. hahaha..

    Alhamdulillah kesampean ki,, dengan kerja keras sendiri dan TANPA “ORANG DALAM”.. Rasanya lebih puas ya kii..

    Keep writing ya ki..😀

  4. wah perjuangannya hebat bgt😀
    sekarang sudah jadi pns ya mbak ?

  5. hehehe.. gak ada aku..

  6. hehehe sebenernya saya malas jd jobseeker mungkin lebih puas jadi pengusaha aja hahaha tapi sementara mimpi jadi pengusaha belum kesampaian ya jadi karyawan dulu g papalah xixi

  7. haaha…. hebat, masih ngelanjutin tulisan lama :p

    saya belom lulus pak hehe…
    sukses bersama keluarga pak🙂

  8. mantap nih… share pengalaman nya😀

  9. wah, terimakasih buat inponya
    bermanfaat

  10. Hahaha. Tambahan ki, pastikan dulu apakah memang mau bekerja jadi profesional atau mau melanjutkan studi😀

    Kalo pengalamanku pas jadi jobseeker, prinsip yang aku pegang, ketika interview cobalah untuk jujur. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s