Mukadimah PLN

Sudah lama tidak menulis, dan sekarang diniatkan untuk aktif menulis kembali. Hm, bingung mengambil tema yang cocok. Saya coba dengan “konflik” antara pengguna listrik dan penyedia listrik saja deh. Kenapa? Karena saya sering sekali membaca/melihat/merasakan masyarakat kecewa dan marah terhadap si penyedia jasa kelistrikan. Kasihan memang. Silakan dibaca dan semoga berkenan ๐Ÿ™‚

Kok lampu sering mati sih?

PLN sering sekali mendapatkan cacian seperti ini. Dan tidak jarang juga dibalas dengan kesinisan PLN “pas hidup aja ga pernah disyukuri, kalau udah mati listrik, nyaci dah”. Hehe. PLN tidak bisa menyalahkan masyarakat yang sering marah dengan seringnya listrik padam, tetapi juga sebaiknya masyarakat tidak serta merta menyalaki PLN ketika hal ini terjadi, karena pada dasarnya banyak sekali penyebab padamnya listrik di suatu daerah.

Padamnya listrik sering disebabkan oleh gangguan pada jaringan distribusi PLN. Tidak jarang juga dengan pembangkit PLN. Atau bisa juga karena layang-layang masyarakat yang nyangkut di kabel SUTET. Banyak kan? Atau bisa juga kah karena banyaknya pelanggan yang nunggak, sehingga PLN tidak bisa melakukan bisnisnya dengan lebih baik? ๐Ÿ˜€

Kok PLN gitu-gitu aja sih?ย 

Sebenarnya PLN tidak gitu-gitu saja. PLN selalu berbenah, dan belakangan ini semakin terlihat jelas kemajuan PLN dari beberapa lini bisnis mereka.

Segi pembangkit? PLN sudah tidak membolehkan pembangunan PLTD, dan dialihkan ke energi terbarukan lain, contohnya pembangkit geothermal untuk beberapa daerah. Dan juga malah PLN berencana untuk mengganti PLTD dengan Pembangkit Tenaga Surya di daerah-daerah terpencil yang susah dijangkau. Indah bukan usaha PLN?

Segi Jaringan? PLN berusaha untuk terus melakukan maintenance terhadap jaringan-jaringan listrik, dan khusus untuk Wilayah Kalimantan Barat (Pontianak) malah dibela-belain pegawai PLN untuk setiap sorenya melakukan razia layang-layang yang sering nyangkut di kabel SUTET Pontianak. Layang-layang? Iya, layang-layang yang nyangkut di SUTET sering sekali ngebuat Pontianak Black Out lho!

Segi Niaga? PLN sudah melakukan pemusatan pembayaran rekening listrik. Untuk beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, dan Makassar sudah memusatkan data piutang pelanggan mereka di PLN Pusat. Sehingga rekening Makassar sudah bisa dilunasi di Jakarta lho. Dan untuk wilayah PLN lainnya sedang dalam tahap menuju kesana juga. Tunggu saja.

Oh iya kelewatan, kalau untuk TDL bagaimana? Hm, itu ranahnya pemerintah RI. Mereka yang memutuskan, dan PLN hanya menjalankan. So, silakan email saja ke pemerintah, mudah-mudahan dibalas. ๐Ÿ˜€

Emang banyak ya tunggakan di PLN?

Banyak banget bos. Terutama pada daerah-daerah terpencil, dan biasanya terjadi di luar Jawa – Bali. Malah ada yang nunggak sampai 108 bulan lho. Kaget? Saya tidak.

Kenapa mereka ga mau bayar? Ada beberapa dari mereka yang nyeletuk “wong negara udah merdeka, masa listrik masih bayar!”

Lantas kenapa ga diputus? Hm, pernah mau mutus, terus si orang nya ngeletakin golok seraya mengatakan “putus lah listrikku, putus juga tanganmu”

Bagaimana PLN bisa terus maju?

Sampai saat ini pun saya belum bisa merumuskan jawabannya. Karena masih cukup abstrak. Mudah-mudahan dalam setahun ini tersibak jawabannya. ๐Ÿ™‚

*kita sambung nanti ya di cerita pln selanjutnya

Advertisements

jobseeker

Memilih atau dipilih?
Menunggu atau ditunggu?

Ya, sebagai jobseeker, hal tersebut lumrah terjadi. Sebenarnya ini tulisan saya dulu yang belum selesai dikerjakan, jadi tidak ada salahnya juga kan kalau saya lanjutkan ๐Ÿ˜€ย Saya akan bercerita tentang pengalaman saya dulu ketika menjadi jobseeker kawakan. Hehehe.

Dulu sekali, saya pernah menjadi jobseeker dalam waktu yang relatif lama. Apakah saya malu? Apakah saya down? Ya jawabnya sih: terkadang down. Tapi kalau malu? No way. Satu hal yang terpenting yang harus Anda tanamkan: jangan pernah malu jadi jobseeker!

Dulu, saya tidak mau menjadi jobseeker yang rata-rata, harus menjadi Jobseeker yang punya patokan nilai yang tinggi. Saya memiliki beberapa prinsip dalam menjadi seorang Jobseeker kawakan, di antaranya:

  1. Saya hanya mau bekerja di Perusahaan yang terdepan di bidangnya, karena dengan menjadi bagian dari Perusahaan yang besar, insyaAllah kita juga memajukan knowledge skill kita
  2. Saya sengaja ikut tes di satu perusahaan kecil untuk pertama kali, dengan tujuan agar mengetahui cara-cara dan skema soal psikotes dan wawancara. So, step ini akan memberikan kita gambaran terhadap skema seleksi calon pegawai di Perusahaan yang “sebenarnya” yang ingin kita tuju
  3. Pertahankan semangatmu. Karena biasanya kalau semangat udah loyo, ya hasilnya juga loyo
  4. Jangan manja! Saya dulu bolak balik jakarta-bandung untuk tes, malah pernah ngejar seleksi sampai tes di Medan. Di jakarta pun, jangan pernah manja! jangan sedikit-sedikit harus minta antar, harus ini, harus itu. Hey, rasakan nikmatnya jadi jobseeker dengan kegigihanmu. Karena percayalah, kegigihan itu yang akan membawa kita ke gerbang kemenangan.
  5. Percayalah pada kemampuanmu. Jangan pernah gunakan “orang kuat”, jangan pernah pakai “pelicin”. Just be yourself. Akan sangat membanggakan jika Anda lulus dengan kemampuan Anda sendiri ๐Ÿ™‚
  6. Telusuri baik-baik perusahaan Anda, apakah akan bagus prospek ke depannya ๐Ÿ˜€
  7. Oia, satu hal. Ketika teman-teman Anda sudah pada lulus bekerja di Perusahaan yang bagus, sementara Anda masih terus mencari kerja, jangan sungkan untuk meminta tips kepada temen Anda, dan tetapkan keteguhan pada diri Anda bahwa Anda juga bisa seperti mereka, BAHKAN LEBIH BAIK! **kok kayak mario teguh ya? hehe
  8. Perhatikan kontrak kerja Anda. ๐Ÿ˜€
  9. Jangan cuma melamar di satu perusahaan! Cari perusahaan besar lainnya sebagai backup system ๐Ÿ˜€ haha

Sedikit point tentang pengalaman saya mencari kerja dulu (ini cuma kejadian-kejadian yang saya ingat saja, hehe):

  1. Saya nganggur selama kurang lebih 6 bulan
  2. Saya mengikuti tes di 2 perusahaan besar selama masing-masing 3 bulan tes
  3. Saya harus bangun subuh, dan menaiki KRL ekonomi, dan gantung pula di pintu KRL nya demi ngejar kesempatan mengikuti tes
  4. Saya harus merogoh kocek dalam-dalam ketika harus lintas kota untuk tes
  5. Saya akhirnya lulus di beberapa perusahaan besar dengan posisi kerja yang baik setelah mengikuti tes berbulan-bulan, dan akhirnya harus memilih salah satu dari Perusahaan tersebut. Tetapi tetap lebih baik memilih daripada dipilih! ๐Ÿ˜€
  6. Saya memiliki keluarga, kekasih, dan teman yang baik yang selalu mendorong saya menjadi lebih baik ๐Ÿ™‚

Anda punya kisah tentang jobseeker? Atau punya tips-tips seputar mencari kerja? Kita share yuk ๐Ÿ™‚

Perhitungan Rekening Listrik PLN

Sebahagian dari kita, mungkin masih belum terlalu memahami cara perhitungan rekening listrik oleh PLN terhadap pelanggan pascabayar nya. Berikut saya berikan penjelasan dengan ringkas dan semoga dapat dipahami dengan sempurna.

Awal mula perhitungan rekening PLN adalah dengan pencatatan meter oleh tim cater (catat meter) ย PLN. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan jumlah pemakaian kwh pelanggan dalam satu bulan. Jadi, kalau kita mendapati bahwa ada petugas PLN sedang melakukan pencatatan meter di lokasi kita, sebaiknya diteliti dengan lebih cermat, karena di tahap ini pula biasanya terjadi kesalahan sehingga mengakibatkan rekening yang “cacat”.

Continue reading

Bersemi di Bumi dan Berbuah di Langit

Duhai pencinta yang kehilangan kesabaran karena api kerinduan
Tak ubahnya engkau sepertiku yang menderita karena terbakar api cinta
Bangkitlah engkau dari tempatmu yang menjemukan itu
Menuju ke pelaminan di mana mempelaimu telah menunggu

Bangkitlah engkau, karena telah tiba masanya
Engkau rengguk anggur kenikmatan setelah lama mengalami penderitaan
Bangkitlah engkau, karena lilinmu ini serupa denganmu yang tak sabar menunggu
Ia menderita sepertimu karena terbakar lamanya waktu menunggu

Sudahlah, cukup engkau sepertiku, yang meleleh terbakar
Yang menangis saban hari dan menumpahkan segala isi hati
Sungguh, cahaya yang sempat hilang dari hatimu
Kini telah kembali di hadapanmu
Hempaskan jiwamu kepadanya
Seperti kupu-kupu terhempas karena mabuk cinta

Duhai pengelana
Telah jauh kakimu melangkah
Menuju akhir perjalanan yang engkau inginkan

Tuhan telah memudahkanmu dalam menggapai impian-impianmu
Ini dia pujaanmu yang berjalan sendiri menuju arahmu
Akhir perjalananmu telah mendekatimu

Duhai perindu berselimut kebahagiaan
Bangkitlah agar engkau dapat menyambut dan menerimanya
Agar engkau dapat menemani dan merengkuhnya

Duhai perindu yang selalu dahaga
Bangkitlah, karena cawan-cawan itu telah menari-nari
Dan perasan-perasan anggur di dalamnya telah menanti

Novel Mamo-Zein

Lulusan IT Bisa Kemana Saja

Anda lulusan IT? Saya juga.

Siapa yang tidak membutuhkan IT? Perusahaan apa yang menutup mata dari dunia teknologi? Bahkan toko kelontongan juga sudah ada yang memakai cash register application. Yahud bukan?ย Maka dari itu, saya bisa katakan, lulusan IT bisa kerja di perusahaan apa saja.

Untuk bidang yang digeluti, tidak sedikit anak IT yang banting setir ke bidang lain. Bukan cuma IT memang, bahkan di segala program studi perkuliahan, kita biasanya bisa membelot untuk kelanjutan karir. Lantas, apa yang bisa mereka berikan?ย Biasanya yang diharapkanadalah pola pikir dan efisiensi bekerjanya juga dengan kelebihan pendayagunaan komputer.

Ada orang bilang:

orang komputer kalau disuruh belajar bidang lain akan gampang ngertinya, namun tidak berlaku kebalikannya.

Saya tidak terlalu percaya untuk hal tersebut, saya rasa semua manusia kalau dipaksa belajar, lama-lama akan paham juga.

Kenapa anak IT “pindah jurusan”? Biasanya karena bosan dengan baris-baris kode, dan penampakan komputer. Either way, choose anything you good at it!

Seikhlasnya

“ini mas, udah selesai, dikasih seikhlasnya ya..”

Sering mendengar kalimat tersebut? Saya cuma menanggapi dengan senyuman dan sedikit pertanyaan, hanya dalam hati memang: bukannya dia sudah digaji?

Seikhlasnya bukan berarti suap, dan saya juga tidak menafsirkannya dengan sogokan, terkecuali beda konteks. Untuk perkataan ikhlas yang saya maksud, dapat dibagi menjadi 2 kelompok:

1. Ikhlas bukan pelicin

Kita sudah mengikuti proses yang diberikan, tetapi tetap saja harus membayar, walaupun seikhlasnya. Dalam arti lain, untuk satu ini kita benar-benar dipaksa ikhlas untuk memberikan hal yang sebenarnya tidak perlu.

2. Ikhlas melicinkan

Nah, untuk yang satu ini, kita memang ibarat memberikan suap. So, no need further information. Don’t do this too often.

Anda sering mengalaminya? Saya sih sering.

band baru bermunculan tanpa mutu?

Menyambung tulisan saya di “Perbaiki Musik Indonesia“, kali ini saya mengambil topik tak jauh beda: kualitas band baru di Indonesia. Ya, kita sama-sama tahu kalau sekarang, dengan adanya Inb*x dan Dahsy*t dan sejenisnya, memberikan kesempatan kepada band-band baru (dan lama) untuk memperdengarkan kebolehan bermusik dan karya mereka ke penikmat musik tanah air. Secara jujur, saya angkat topi dengan adanya tayangan-tayangan semacam ini. Tapi, fokus saya sekarang adalah tentang band yang diusung acara-acara tersebut.

Sebut saja ****** Band. Dari segi nama, sudah tidak mencerminkan kualitas bermusik mereka. Dari sisi fashion, jelas banget terlihat keanehan yang mencolok dan menjijikkan. Saya rasa mereka ingin mengikat penikmat musik Indonesia dengan tampilan mereka (mungkin terinspirasi dengan Kuburan Band), karena saya tidak melihat hal lain yang dapat ditonjolkan dalam band ini.

Saya bukannya mau menghujat, tapi karena tak ingin ini berlangsung terlalu lama, saya terpaksa meneruskan kembali pemikiran ini. Maaf juga kalau ada pihak yang tidak berkenan, artikel ini hanya pengutaraan pendapat saya. Dan saya juga bukan ahli dalam bidang musik, hanya saja memiliki feel kuat dalam menikmati musik.

Oke, apa yang dapat kita harapkan dari band-band baru yang notabene kualitas musik mereka masih minim. Mereka butuh mentor. Bekerjalah bersama musisi senior Indonesia, seperti Padi, Dewa, Slank, dsb. Mudah-mudahan dapat jadi masukan atas perkembangan musik Indonesia.

Satu hal yang menarik, ntah karena alasan apa, saya kira musisi senior sekarang seakan mendegradasikan dengan sengaja musikalitas mereka. Musik mereka sudah tidak lagi sekompleks dulu. Apakah karena ingin bersaing dengan band/musisi lain yang lagunya lebih sederhana (baca: seadanya)?