Suami Ingin Menjadi Istri

Setiap pulang kerja, Anto selalu melihat istrinya sedang tidur nyenyak di sofa ruang keluarga rumahnya. Mulai Senin hingga Jumat, selalu seperti itu pemandangan yang dilihat oleh Anto. Ia mulai dongkol, “capek-capek kerja seharian, pulang-pulang kok ga disambut dengan pelukan dan teh hangat”, ia mendongkol dalam hati.

Ia pun meminta kepada Sang Khalik untuk dibalik saja keadaan yang selama ini terjadi. Ia ingin menjadi istrinya, dan biarkan istrinya menjadi dirinya. Dengan harapan agar si istri mengetahui bagaimana susahnya mencari uang.

Keesokan harinya, permintaan tadi malam dikabulkan. Tiba-tiba saja ia berubah menjadi istrinya, dan tanpa disadari, istrinya juga berubah menjadi sang suami. “Nah, asyik kan”, gumam sang Suami.

Nah, mulailah petualangan baru Anto menjadi istrinya.

Jam 05.00

Dia menyiapkan makanan dan sarapan bagi suami dan anak-anaknya. Setelah itu membangunkan seisi rumah, karena dia bangun selalu yang paling awal. “Ah, sudah biasa”, pikir Anto

Jam 06.00

Dia mencium suami jadi-jadiannya. Lalu mengantarkan anak-anak ke sekolahnya masing-masing. “Senangnya….”, gumam Anto

Jam 08.00

Dia sampai lagi di rumah, dan mulai beberes rumah. Mulai dari menyapu, mengepel, nyuci baju, nyetrika, nyuci piring, dan lainnya. Kontan saja dia melakukan semuanya sendiri, karena belum juga mempunyai seorang pembantu rumah tangga.  Tidak terasa sudah jam 11.00, dia baru saja selesai membereskan seisi rumah. Malah sampai-sampai tidak sempat menonton acara gossip atau politik. “Asem….”, gerutu Anto.

Jam 11.00

Dia harus sudah pergi lagi keluar rumah. Kali ini dia harus menjemput si bungsu yang masih SD. Terpaksa dia hidupkan mobil dan mulai ngebut ke sekolah anaknya. Setelah menjemput si bungsu, dia baru ingat kalau putri cantiknya hari ini tidak ada les bahasa inggris, jadi bisa pulang lebih awal. Bergegas ia menjemput putrinya.

Jam 13.00

Sesampainya di rumah, dia masih disibukkan dengan memasak makanan siang untuk anak-anaknya. “Jangan Indomie ya, Ma” pinta si bungsu. Tak ayal, dia harus memasak makanan yang sedikit istimewa, nasi goreng plus plus.

Jam 15.00

Tidak terasa, sudah jam 3 sore. Dia memandikan si bungsu, dan sambil menonton televisi, dia pun terlelap di sofa sangkin capeknya seharian “bekerja”.

Jam 16.30

Suaminya pulang, dan melihat dirinya masih tertidur lelap. Bangun-bangun sudah jam 7 malam, dan dia harus menyiapkan makanan malam, dan bersenda gurau dengan keluarga kecilnya.

Jam 21.00

Setelah family time selesai, dia mulai merasakan capeknya menjadi istrinya. Sedangkan selama ini dia bekerja di kantor hanya dengan duduk memandangi computer dan bergerak-gerak sedikit. Sangat berkebalikan dengan apa yang dilakukan oleh istrinya setiap hari. Dia pun sadar bahwa dia salah. Her Activity is no equal.

Jam 21.05

Dia mulai berpikir untuk tidur. Eh, ternyata sang suami meminta untuk “dimanja”. Sebagai istri yang baik, dia harus melayani permintaan sang suami. 😀

Tak terasa, terlelap, dan bangun lagi jam 05.00 esok hari. Begitu seterusnya selama lebih kurang 20 hari permintaannya untuk bertukar peran menjadi sang istri. Di hari yang ke 21, dia pun meminta kepada Sang Khalik untuk kembali menjadi suami, dan berjanji untuk tidak merasa marah kepada istrinya jika melihat istrinya tertidur lelap setiap sore, karena dia sudah tau alasannya.

Tapi …

Sang Khalik mem-pending permintaan tersebut .. “Wah tidak bisa, karena kamu sudah ‘isi’, jadi untuk sementara permintaan kamu dipending sampai kamu melahirkan anak ketiga kalian”

“WHATTTTT???” teriak Tono.

Ps. Rumput Gue Lebih Asik dari Rumput Tetangga

Dikutip dari wejangan pagi bos saya 😀

digodain cewek!

Tadi sore, gw jalan ke pasar dayeuhkolot. Niat mencari beberapa barang untuk keperluan bisnis yang akan datang. Hujan rintik-rintik tak menyurutkan keinginanku untuk pergi, sekalian membahasi kepala (padahal gw pake helm). Tiba di sana, gw memarkir motor tepat di depan sebuah toko pakaian, yang nilai plusnya: ada penjaganya yang kebetulan di luar sedang bercanda bersama temannya. Pikiranku saat itu “ya, berarti lumayan aman lah nih motor, banyak orang di depannya.” Maklum bos, kemaren gw kehilangan sepatu pesta gw!! Mana masih kinclong!! Ahhh, sedih banget.

Gw memulai pencarian ke beberapa toko, karena gw ga tau harus memulai dari mana, gw punya ide mendatangi satu toko olahraga untuk beli kaos kaki bola. Dan setelah beli (Rp 13000), gw melancarkan serangan “mas, kalau toko tempat ngebuat etalase kaca gitu di mana ya?” Dia menjawab “Itu, di depan mas” Buset dah, kenapa gw ga liat ya? Tau gini kan gw ga pake acara beli-beli kaos kaki segala. Hah, ilang 13ribu gw.

Lanjut ke toko kaca, singkat cerita, selesai! Terus lanjut nyari bangku plastik, ternyata harganya jauh di bawah harga di Carrefour. (yaiyalah). Harga satuannya Rp20000, sementara di Carrefour nyampe Rp43500. Emang sih, kualitas beda jauh. Hahaha. Lanjut lagi, nyari timbangan. Lama mencari di bawah rintikan hujan, ga nemu euy. Ya udah deh, mau gimana lagi? Terlalu banyak parameter yang akhirnya membuat gw menyudahi pencarian. Parameternya apa aja? Hujan, laper, ngantuk, males.

Gw menuju ke parkiran motor. Selama perjalanan itu, gw melihat kanan kiri, kok banyak yang memperhatikan gw ya? Apa karena gw pake tas, muka sangar, baju tangan panjang (dan sesekali gw memasukkan tangan gw ke dalam baju tangan panjang gw). Apa gw dikira maling ya? Haha.

Tiba di samping motor. Kuperhatikan sekeliling, ternyata ga ada abang tukang parkir. Asikk. Buka jok, ambil helm, pasang helm. Terus terdengar suara dari belakang, “a’ ” diikuti suara tertawa manis. Pikiran gw “aaa, bangke, ada abang parkir ternyata!!”. What next? Ternyata yang manggil gw teteh penjaga toko yang tadi gw sebut di paragraf pertama. Oh no, terus pas gw ngeliat, eh dua-duanya malah saling tuduh sambil bercanda “dia a’ dia”. Karena gw udah masang helm, gw liatin aja tuh si teteh. Ternyata si tetehnya kalang kabut (haha). Tambah gw liatin lagi. Gw males buka helm. Dan untungnya, gw lagi serius sih, jadi ya ga terlalu gw ladenin. Coba aja kalau gw lagi “enjoy”, pasti gw mengedipkan mata buat si teteh itu. Haha.

Nyalain motor, memastikan tak ada abang parkir yang memanggil, membelakangi si 2 orang teteh tadi. Bersiap menunggu jalanan sepi untuk jalan. Eh masih kedengaran si teteh manggil-manggil. Duuuuhh, tuh teteh, ngapain sih?! Ga ada kerjaan sekali. Huft! Ini dia nih, ga enaknya jadi gw: digodain cewek mulu.!! hahaha peace

kisah cinta kecilku (part 1)

Hai, akhirnya kembali hadir di tengah-tengah Anda dengan cerita yang kali ini sangat menyenangkan hati (kalau ga mau dibilang runyam). Semua ini kisah nyata, tanpa rekayasa sedikit pun, dan pastinya berdasarkan ingatan yang tersisa di kepala, maklum nih cerita udah belasan tahun yang lalu. 😀

Kisah ini dimulai pada saat SD dulu. Di suatu SD Negeri No.010131 Pulau Rakyat, tahun 1993/1994, saya memulai masa kecil dengan bahagia. Banyak teman, banyak pacar, berlari-larian, lempar-lemparan batu sampai kena kepala dan menjadi jahitan pertama saya di kepala bagian kiri, lari-lari keliling kelas untuk menghindari suntikan dokter (bukan suntik rabies loh), lutut ditusuk pensil ama temen ampe ujung pensilnya tertancap di lutut (uh sakitnya). Pokoknya seru-seruan deh.

Suatu saat, sepertinya saat saya ulang tahun, Shinta memberikan kado. Shinta adalah teman sebangku saya selama SD di Pulau Rakyat. Orangnya baik, lucu, pintar, menggemaskan, de el el *lagi sok tau nih*. Tak sabar kubuka kado darinya, kudapati sebuah pulpen semacam parker warna gelap. Wow! Amazing! Kata mama (atau siapa gitu) “berarti ki, Shinta pengen eki selalu ingat ama Shinta selama eki make pulpennya”

Kupandangin pulpen pemberiannya, sesekali kumainkan pulpennya dengan jemari lentik ku.

Saya tak berlama-lama tinggal di daerah Pulau Rakyat, karena orangtua akan pindah ke kota lain. Saat itu, saya berpikir keras untuk memberikan kenang-kenangan kepada Shinta. Apa ya? Muncul ide, “kenapa ga handuk saja?” Loh kenapa handuk? Ya biar pas Shinta mandi terus handukan dengan handuk saya, dia bakalan ingat terus. Buset ya???!!! Masih kecil aja, pikiran saya udah aneh gitu ..  Maafkeun..

“Shin, ini kenang-kenangan dari Eki”
“Makasih ya Ki”
“Iya, semoga kita ketemu kembali”
-begitu kira kira ucapan saya-

Shinta, wajahmu tak lagi kuingat, dan bukan karena ku tak mau mengingatnya, tapi lebih karena ku tak mampu.
Shinta, aku yakin itu bukan cinta, tapi aku juga yakin itu pasti melibatkan rasa.
Shinta, andaikan kita bertemu lagi setelah belasan tahun terpisah, simpanlah kisah ini sebagai cerita masa kecil kita.

nb. jangan-jangan handuk pemberian saya dijadiin keset kaki.. hehe

Jangan Sebut Merk!

kasus 1:
Pernahkan kamu menyebut suatu jenis barang dengan sebutan merk dagangnya?
kasus 2:
Apakah kamu juga pernah menyebut merk dagang produk A ketika yang kamu maksud adalah produk B?

Untuk kasus satu di atas, hal tersebut sudah biasa terjadi dan sangat terdengar wajar. “Mas, Head n Shoulders nya satu ya.” Tidak ada yang salah kan?

Nah, untuk kasus dua, parahnya, hal tersebut juga sudah sangat biasa terjadi, walau sedikit terdengar tidak wajar. Contohnya? Ada beberapa list merk yang sering digunakan sebagai sebutan default suatu jenis produk. Simak:
1. Aqua
Sudah bukan rahasia lagi ketika orang menyebut Aqua untuk sebutan semua merk air mineral. Kasian.
2. Rinso
Rinso digunakan sebagian besar ibu-ibu rumah tangga Indonesia untuk menyebut produk sabun cuci.
3. Honda
Di daerah SMP saya dulu, tepatnya kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, sering terdengar “Bang, pinjem honda ya?” Padahal motor saya adalah Yamaha F1ZR.
4. Infocus
Projector kok disebut Infocus? Apa ini koalisi dengan perusahaan Infocus?
5. Sedan
Kata temen saya, sebenarnya Sedan itu adalah nama merk suatu perusahaan mobil.
6. Taft
Kata “Taft” sering digunakan untuk menyebutkan mobil dengan kriteria seperti mobil Taft yang sebenarnya.
7. Tipe-x
Pen correction tuh yang benernya!!
8. Odol
Odol? Kata temen saya lagi nih, odol itu adalah merk dagang sebuah pasta gigi pada jaman dahulu kala.
9. Walkman
Bukannya Walkman itu adalah merk dagangnya Sony? Kalau mau nyebut produk serupa tapi bukan Sony, sebut aja MP3 Player atau apalah terserah!
10. Jip
Jip? Mobil Jeep telah merasuki konsumen Indonesia untuk tetap mengatakan jip ketika melihat mobil kriteria serupa dengan Jeep (besar dan tinggi, hehe)
11. Chiki
Anak kecil sering nyebut Chiki untuk membeli makanan ringan, padahal yang dibeli adalah Cheetos. Nah loh!!
12. Astor
Tau astor? yang isinya panjang-panjang trus ada coklat atau vanilla di dalamnya. Ga usah dibahas ah
13. Barbie
Gawat!! Dunia perbonekaan sering disebut dunia barbie!! Haha
14. Pempers
a: Bu, pempers si adik udah habis
b: oke, ibu beli besok
a: yang merk pempers ya bu!?
Huahahahahuahuahuauahuaha
15. Polo Shirt
Baju berkerah identik dengan sebutan Polo Shirt, padahal merk nya adalah XXX. Bukan main dah!

Sebaiknya kita segera mengubah kebiasaan kita dan lingkungan sekitar kita terkait hal-hal di atas. Supaya apa? Ya supaya kita tidak terdengar bego aja. Haha.

Kalau kamu punya list tambahan untuk artikel ini, just type it in comment field!! Thanks

Ada satu merk dagang lagi: Google. Emang ada apa dengan google
Pernah dengar “googling pake yahoo” ga? Tanya ken-apa!! hahaha *just for joke*

tambahan dari visitor:
Sanyo, Levis, Stabilo, Lea, Teh Botol, colt, daihatsu, indomie, softex, bajaj, autan, and counting …