kesalahan saat kuliah


Halo, apa kabar? Semoga baik-baik saja, kalaupun sedang ada problemo sebaiknya jangan berlarut-larut untuk menyelesaikannya. Pada artikel kali ini, saya menuliskannya dengan melihat suatu hal dari sudut pandang negatif, tentunya dengan harapan Anda tidak mengikuti apa yang saya tuliskan, namun mengimplementasikan kebalikannya, sehingga menjadikan suatu hal yang positif untuk ditiru.

Kesalahan saat kuliah, begitu judul artikel ini. Bagi Anda yang mahasiswa atau sudah sarjana, pasti mengetahui dengan jelas apa yang saya tuliskan. Nah, bagi yang belum kuliah, just get used to this. Ada apa dengan kuliah? Menurut pandangan saya, terdapat beberapa hal yang semestinya tidak dilakukan di saat kita – mahasiswa – seharusnya berpikiran lebih dewasa dan berperilaku layaknya orang dewasa. Berikut ulasannya:

Salah milih jurusan. Kesalahan fatal sih sebenarnya, tapi biasanya penyesalan dalam kesalahan milih jurusan bisa diminimalisir, bahkan terhapuskan seiring waktu yang berjalan dalam keseharian di jurusan yang salah tadi. Biasanya alasan utama mahasiswa tetap pada jurusan “salah jurusan” nya adalah sudah dapat feel, dapat teman, dan ketemu cewe/cowo cakep nan pintar nan tajir. Kalau kata om Jet di Move On “and just because you just don’t feel like comin’ home, don’t mean that you’ll never arrive”

Tidak memaksa otak bekerja. Mostly, mahasiswa itu pintar, namun yang membedakan nasib adalah kemalasan. Ingat: m-a-l-a-s. Saya sudah berulang kali membuktikannya sendiri, dan bodohnya tetap saja jatuh pada jurang yang sama (jangan ditiru). Berdasarkan analisis saya, kita dapat memaksa otak untuk bekerja dan enjoy terhadap suatu kuliah adalah ketika kita memaksa untuk menggunakannya setidaknya 15 menit penuh.

Ikutan Aksi/Demo untuk suatu hal yang tidak dimengerti. Saya sering melihat teman-teman mahasiswa ikutan demo, jingkrak-jingkrak menuntut keadilan yang seadil-adilnya. Sejujurnya, saya setuju dengan tindakan seperti itu. Namun, hal yang saya sesalkan adalah terkadang mahasiswa cuma nampang doang saat aksi. Mereka tidak mengerti apa yang sedang didemokan, apa yang sedang dituntut, dan lainnya. Apalagi kalau berakhir dengan atraksi yang anarkis. Sungguh memalukan! Di saat kita diberi amanah oleh orangtua untuk belajar menuntut ilmu di bangku perkuliahan, eh ini malah berantem di jalan ama oknum polisi. Ya jelas kalah lah!! Jadi polisi dulu, baru deh kalau punya nyali silakan berantem ama sesama polisi.

Tidak ikutan kepanitiaan/ormawa. Jangan cuma mau jadi mahasiswa, tetapi jadilah mahanya mahasiswa. Hidup di kuliah tidak hanya seputar datang kuliah, ngerjain tugas, makan, tidur, dan kembali kuliah. Kuliah jauh lebih mewah dan elegan! Salah satu kegiatan yang harus diikutin adalah kepanitiaan atau ormawa. Dari sana, Anda bisa memperoleh teman dan lawan berpikir, yang intinya adalah penambahan wawasan dan pengalaman Anda seputar pelajaran manusia. Apa itu pelajaran manusia? It’s all about knowledge to read people.

Menggunakan kata-kata bodoh. Maksud saya adalah kebiasaan mahasiswa untuk tetap menggunakan ejaan-ejaan bahasa Indonesia yang salah. Contoh yang paling umum adalah “eh, gw ga bisa kuliah nih, absenin gw yah? thanks berat” Apa yang salah? Yap, kata absen adalah menandakan ketidakhadiran/kealpaan seseorang. Padahal sebenarnya maksud dari perkataan tadi adalah “tolong isiin daftar hadir gw”. Tanya kenapa?

Bad scheduling. Hidup ini harusnya selalu diawali dengan perencanaan yang bagus. Jangan pernah percaya dengan keberuntungan, karena pada hakikatnya, sesuatu yang diperoleh adalah buah dari usaha kita. Kebanyakan mahasiswa tidak merencanakan campus live-nya dengan baik. Belajar hanya pada H-2 UTS/UAS. Percayalah, itu pasti pernah dan sering terjadi di kalangan mahasiswa!!

Terlalu memanjakan hati. Masa kuliah adalah masa yang tepat untuk  mengasah pikiran. May have to start thinking like mathematicians. Mulailah berpikir secara logika dan melalui pemikiran yang matang. Jadi hati sebagai apa? Sebaiknya Anda pikirkan sendiri.

Silakan dilihat, dibaca, dicermati, dan jangan lupa berkaca pada kelakuan sendiri. Have a good campus live, there!

Tips mencegah kebosanan di dalam lift

Tueng.. begitulah bunyi komputerku pertanda ada email masuk. There is new message in my class milist, if2904st3[at]yahoogroups.com. Judulnya: [TIPS] mencegah bosan di dalam lift. Setelah dilirik-lirik, dibaca-baca, ternyata isinya kocak abiss. Si pengirim tak lain adalah temanku yang bernama Ryan, eh bukan, maksudku Bagas Ryant. Hehehe

“Gas, ijin copast ya?” begitu kataku.
“barebas dah..” sahutnya santai.
So, nih bos tipsnya:

Ada yg belom pernah naik lift? Naik lift memang praktis, tapi ada kalanya kita merasa bosan didalam lift karena lantai yang kita tuju tidak kunjung sampai. Berikut adalah tips agar tidak bete saat di dalam lift:

1. Ketika anda hanya berdua dengan orang tak dikenal, colek bahunya! Kemudian anda pura-pura melihat ke tempat lain..

2. Tekan tombol lift kemudian anda pura-pura kesetrum. Tersenyumlah, lalu… ulangi lagi.

3. Pasanglah muka menyeringai kesakitan sambil memegangi kepala anda dan mengumpat: “Diam, semuanya diam!”

4. Gunakan HP anda untuk telpon ke Psikolog sambil bertanya apakah dia tahu di lantai berapa anda sekarang ?

5. Bawalah kamera dan ambilah gambar semua orang yang ada di dalam lift.

6. Pindahkan meja kerja anda ke dalam lift. Jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka sudah membuat janji.

7. Bentangkan papan catur di lantai lift dan ajaklah orang-orang, barangkali ada yang mau main.

8. Letakkan sebuah bungkusan di pojok, jika ada yang masuk, tanyakan apakah mereka mendengar suara tik..tik..tik. .

9. Anda pura-pura jadi pramugari. Tunjukkan prosedur keselamatan penerbangan seperti di dalam pesawat terbang.

10. Ketika pintu menutup, beri pengumuman kepada orang-orang. Tenang, jangan panik, nanti pasti terbuka lagi koq.

11. Bukalah tas anda, sambil melihat ke dalam tas, tanyalah: “Udaranya cukup nggak disitu?”

12. Diam dan jangan bergerak sama sekali di pojok lift, menghadap dinding, jangan pernah keluar.

13. Bawalah wayang golek atau wayang kulit, gunakan wayang itu untuk ngobrol dengan orang di dekat anda.

14. Dengarkan suara di dinding lift dengan stetoskop.

15. Buatlah garis di lantai sekeliling anda menggunakan kapur, lalu bilang: Ini adalah wilayah saya!

Barangkali ada yang mau berbagi pengalaman dan tips lainnya? Selamat mencoba, semoga anda selamat di lantai tujuan 😀

source gambar: di sini

status? bikin resah aja.

“ki, mana cewe lo?”, pertanyaan yang cukup sering gw dengar selama hidup di IT Telkom. Seiring meningkatnya frekuensi pertanyaan yang bernada sama seperti di atas, gw mulai semakin resah dengan status gw. Bukan karena gw ga punya pacar, tapi lebih karena mereka mereka – yang bertanya dan mempertanyakan status gw – sangat meresahkan keseharian gw.

Emang apa salahnya sih ga punya pacar? Atau gw balik deh pertanyaannya: Emang lo bangga banget karena punya pacar? Silakan kalian jawab sendiri.

Berhubung status gw jomblo *bukan terpaksa jomblo loh*, gw coba untuk meredakan emosi membludak para jombloers ketika harus dihadapkan pada pertanyaan yang senada dengan “mana cewe lo?”. Berikut gw berikan kiat-kiat jitu untuk menghadapi para manusia iseng dan menjijikkan seperti di atas:

  1. Bersikap santai, dengan begitu mereka juga akan perlahan-lahan mundur dengan keluguan mereka sendiri. Santai yang gw maksud adalah: sikap tenang dan cenderung bahagia dengan kehidupan yang lo jalanin, jangan ambil pusing dengan status lo.
  2. Pertanyakan mereka!! Tetapi jangan menggunakan intonasi yang memberikan kesan bahwa kita berada di pihak yang kalah. Jawaban yang paling sering gw berikan adalah: “Be my guest!”
  3. Tunjukkan sedikit kelebihan yang lo punya. Berdasarkan pengalaman gw, mereka yang sering mempertanyakan status orang lain adalah orang-orang yang hanya beruntung bisa mendapatkan cinta (walaupun ga menutup kemungkinan cintanya bakalan last forever). Mereka merasa sudah memenangi peperangan Vietcong sehingga merasa punya hak untuk mempertanyakan status orang lain. Nah, dengan menunjukkan sedikit kelebihan yang lo punya, mereka bakalan merasa bahwa semua orang punya lahan yang berbeda untuk dimenangi. Boleh aja mereka menang dalam mendapatkan gandengan, tapi kita juga keluar sebagai pemenang, namun di lain bidang.
  4. Keep silent! Dengan lo bersikap diam dan tanpa berkomentar, gw jamin mereka bakalan diam dan kemudian berbalik arah, berjalan agak cepat, berlari, kemudian menangis.
  5. dll.

FYI, kiat-kiat di atas hanya ditujukan untuk manusia yang memang masih jauh umurnya dari bahtera rumah tangga, TIDAK UNTUK DIADOPSI OLEH MANUSIA DENGAN UMUR YANG SUDAH PANTAS UNTUK MENIKAH!

Tapi bagaimanapun, gw menyampaikan pesan “JANGAN MAU JADI JOMBLO SELAMANYA” Lo harus ngerasin hidup kayak gw: bergerilya pacaran semasa muda, semasa kuliah mendedikasikan hidup mencari ilmu, kemudian mencari istri jika sudah mapan.